13 Penyebab Mengapa Tulisan yang Kita Kirim ke Media Tidak Dimuat

Oleh: Badiatul Muchlisin Asti (Ketua Umum JPIN Pusat)

Badiatul Muchlisin Asti (Foto: dok. JPIN).

Badiatul Muchlisin Asti (Foto: dok. JPIN).

Langkah penting yang perlu dilakukan oleh seorang penulis ketika tulisannya yang dikirim ke media tidak dimuat adalah dengan memahami alasan tidak dimuatnya tulisan tersebut. Ada beberapa media yang memberikan balasan berupa alasan kenapa tulisan seorang penulis ditolak, namun ada juga yang tidak.

Biasanya pihak redaksi media memiliki alasan-alasan tentang tidak dimuatnya tulisan kita. Bila tulisan kita berbentuk artikel opini, umumnya alasan-alasan itu adalah:

1. Topik kurang aktual.

2. Kurang mengandung unsur baru, baik berupa data kongkrit maupun opini.

3. Cara penyajian kurang padat.

4. Masalahnya terlalu peka.

5. Kurang menyangkut kepentingan sebagian besar pembaca.

6. Keterbatasan ruangan.

7. Telah ada/termuat tulisan yang serupa.

Pahamilah di antara alasan-alasan itu. Biasanya, redaksi melingkari satu dari tujuh alasan yang mendasari perihal ditolaknya naskah kita, bila redaksi memberikan balasan.

Sementara itu, Wilson Nadeak (2002) pernah menyatakan sebab-sebab mengapa sebuah karangan (tulisan) dikembalikan alias tidak dimuat oleh media?

1. Karangan tersebut tidak cocok dengan misi media bersangkutan atau terlalu bersifat menggurui.

2. Karangan tersebut mirip-mirip dengan karangan yang telah pernah dimuat.

3. Terlalu panjang untuk topik tertentu atau mungkin juga terlalu pendek.

4. Kalau menyangkut karangan kreatif, mungkin tulisan tersebut terlalu lemah dari segi karakter (tokoh), plot maupun atmosfir pada bagian-bagian tertentu karangan tersebut.

5. Terlalu sarat dengan teori yang mungkin melelahkan pembaca atau berbau propaganda yang tidak disenangi pembaca.

6. Tulisannya tidak rapi atau sukar dibaca.

Jadi, naskah dikembalikan atau tidak dimuat seharusnya membuat seorang calon penulis tidak frustasi. Terlebih lagi, naskah yang dikembalikan belum tentu jelek. Mungkin naskah yang memiliki tema sama, masih banyak pada redaksi atau naskah dalam tema yang Anda tulis telah diterbitkan. Sekalipun naskah yang dikembalikan itu mungkin jelek (kurang berkualitas dalam banyak sisi), alangkah bijaksananya jika penulis belajar dari kesalahan itu dan berusaha untuk berbuat yang lebih baik lagi. Selamat berkarya ya. Semangat!*

*) Artikel ini dicuplik dan disarikan dari buku “Da’i bersenjata Pena: Mahir Menulis dengan Langka-langkah Praktis dan Sistematis” karya Badiatul Muchlisin Asti (Pustaka Ulumuddin, Bandung, 2004).

This entry was posted in Tips Menulis. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s