Trik Jitu Meresensi Buku

Oleh: Junaidi Abdul Munif (Dept.  Jurnalistik dan Creative Writing JPIN Pusat)

Junaidi Abdul Munif (Foto: dok. Pribadi)

Banyak media massa, baik cetak dan elektronik, memberi rubrik resensi buku, yang biasanya terbit di edisi hari Minggu. Koran edisi Minggu memang selalu tampil lain, yang ditandai munculnya rubrik puisi, cerpen, esai kebudayaan, dan resensi buku.

Namun Koran Jakarta justru tidak menampilkan rubrik resensi buku di hari Minggu, melainkan pada hari Senin sampai Sabtu. Koran inilah yang cukup memanjakan penulis resensi, karena peluang dimuat lebih besar ketimbang mengirimnya ke koran yang memuat resensi pada hari Minggu.

Meresensi buku adalah mengulas isi buku. Dalam hal ini, penulis dituntut untuk benar-benar memahami isi buku, tentang kelebihan dan kekurangan isi buku. Agar lebih ‘mak nyus’, seorang peresensi laiknya menempatkan dirinya berada dalam satu “kotak” pemikiran dengan si penulis buku.

Tipe pertama resensi buku yang sering ditemui adalah tipe promosi buku. Pada jenis resensi ini, penulis resensi tampil seperti orang yang sedang “salesman” buku. Dia mengungkapkan apa yang baik dari buku itu, lalu menjelaskan, mengapa buku itu harus dibaca.

Tipe kedua adalah kritik buku. Lebih jauh dari jenis yang pertama, resensi dengan model mengkritik buku bukan sekadar menyampaikan isi buku, melainkan mengungkap kelemahan isi buku. Penulis perlu membandingkan dengan karya dengan tema sama yang ditulis oleh buku lain. Dengan demikian penulis harus jujur dengan apa yang dia tulis.

Tahapan meresensi buku, yang utama adalah pahami isi buku. Untuk memahaminya, tiada cara lain melainkan membaca. Jika dibaca sendiri belum paham, bisa mendiskusikan buku itu dengan teman. Pandangan teman terhadap isi buku itu dapat membantu kita untuk memahami isi buku.

Karena resensi buku bersifat ringkas, maka penulis resensi harus cerdik untuk menyiasati, dengan memilih bagian yang penting dari isi buku dan apa yang perlu diketahui oleh pembaca. Rata-rata jumlah karakter resensi buku (with space) di media massa sekitar 4.200-6.000 karakter. So, menulis resensi bisa dijadikan latihan untuk menulis di media massa.*

*Junaidi Abdul Munif menulis artikel dan resensi buku, antara lain dimuat di Suara Merdeka, Kompas, Seputar Indonesia, Koran Jakarta, dan banyak lagi.

 

 

This entry was posted in Tips Menulis. Bookmark the permalink.

2 Responses to Trik Jitu Meresensi Buku

  1. Adhi natan says:

    bagaimana cara mengetahui resensi kita dimuat di koran jakarta sedangkan kita di luar daerah? terimakasih.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s