Kredit Tulisan

Oleh: Badiatul Muchlisin Asti (Ketua Umum JPIN Pusat)

Badiatul Muchlisin Asti (Foto: dok. JPIN)

Ternyata, tak hanya hutang di bank yang bayarnya bisa dikredit alias dicicil, namun menulis buku juga bisa dicicil lo. Bagaimana caranya? Pilihlah salah satu topik tertentu yang menjadi minat kamu, bisa topik motivasi, wirausaha, pengembangan diri, ibadah, akhlak, dan sebagainya. Topik-topik itu masih bisa dikerucutkan lagi sesuai spesifikasi minat kamu masing-masing.

Bila satu hari jadi satu artikel, maka 30 hari akan terkumpul sejumlah 30 artikel. Ke-30 artikel itu kemudian bisa disunting menjadi sebuah buku. Fenomena buku yang di dalamnya ‘hanya’ berisi kumpulan artikel atau makalah seperti itu sudah sejak lama ada. Penerbit Mizan (Bandung), dalam amatan saya, adalah salah satu pelopor penerbitan buku-buku yang sering disebut sebagai book is not book itu. Di awal-awal pendiriannya pada tahun 1980-an, penerbit ini banyak menerbitkan buku-buku karya para tokoh yang disunting dari berbagai artikel atau makalah mereka.

Sebut saja buku berjudul Islam Aktual, Refleksi Seorang Cendekiawan Muslim karya cenkiawan muslim  Jalaludin Rahmad. Buku ini adalah kompilasi artikel-artikel Jalaludin Rakhmad yang pernah dimuat di beberapa koran seperti harian Gala, Kompas, Jawa Pos, dan lain sebagainya. Selain Jalaludin Rakhmad, penerbit Mizan juga menerbitkan buku kompilasi artikel (atau makalah) dari para tokoh ternama lainnya seperti: M. Quraisy Shihab, M. Amin Rais, Kuntowijoyo, Emha Ainun Najib, dan lain sebagainya.

Fenomena penerbitan “buku yang bukan buku” seperti itu juga banyak kita jumpai saat ini. Saat ini, di pasaran banyak kita jumpai buku-buku yang ‘hanya’ berisi kompilasi tulisan. Beberapa buku karya para tokoh ternama seperti Hermawan Kartajaya (pakar marketing), Rhenald Kasali (pakar bisnis), Andreas Herefa (motivator), M. Anis Matta (politisi), dan tokoh-tokoh lainnya, adalah kompilasi dari artikel-artikel kolom mereka yang pernah dimuat di media massa.

Buku “Para Pencuri Shalat” berawal dari catatan-catatan di facebook.

Bahkan, buku semacam itu, saat ini tidak hanya monopoli para tokoh terkenal saja. Siapa pun, termasuk penulis pemula, bisa menerapkan langkah serupa. Bahkan tulisan-tulisan yang dikompilasi tidak harus terlebih dulu dimuat di media massa ‘profesional’ (baca: media mainstream) seperti Kompas, Jawa Pos, Republika, Suara Merdeka, dan media-media mainstream lainnya. Namun, tulisan itu bisa juga berasal dari tulisan-tulisan yang pernah diposting di media-media gratisan di internet seperti blog atau catatan-catatan (notes) di facebook, termasuk juga tulisan-tulisan yang pernah diposting di citizen media seperti Kompasiana.

Saya sendiri juga pernah menerapkan langkah serupa. Salah satu buku saya yang telah beredar luas di TB. Gramedia berjudul Para Pencuri Shalat, Pesan-pesan Motivasi Ibadah yang Menggugah Jiwa dan Meneguhkan Iman, adalah hasil kompilasi dari catatan-catatan (notes) yang pernah saya posting di akun facebook saya dan mendapat respons positif dari banyak teman.

Suasana bedah buku “Para Pencuri Shalat” di Gedung Rektorat Universitas Muhammadiyah Semarang (UNIMUS). (Foto: dok. pribadi)

Sepanjang tahun 2009, secara ‘nyicil’ alias secara berkala (seminggu sekali atau dua kali), saya memang aktif memposting notes yang mengerucut pada satu tema, yakni motivasi ibadah. Pada awalnya saya tidak merencanakannya untuk mengkompilasi tulisan-tulisan itu dalam satu buku. Namun, ketika notes saya itu sudah mencapai 40 tulisan, baru terpikirlah untuk mengkompilasinya dalam sebuah buku.

Lalu, saya sunting tulisan-tulisan itu. Judulnya saya comot dari salah satu tulisan yang saya anggap paling menarik, dan kebetulan artikel yang saya buat judul itu (Para Pencuri Shalat) pernah dimuat di majalah Hidayah edisi Pebruari 2010 dengan judul serupa. Dan pada bulan April 2010, buku itu terbit dan beredar luas di TB. Gramedia.

Bila kamu adalah tipe orang yang super sibuk (yang tak sibuk pun juga boleh) dengan waktu terbatas, pilihan menulis buku kumpulan tulisan adalah siasat jitu dan layak dipertimbangkan. Bila kamu tertarik, caranya kamu cukup melakukan satu hal saja, yaitu mengagendakan untuk memosting tulisan-tulisan dengan topik sama. Seminggu satu atau dua artikel, tak terasa tiga atau empat bulan ke depan, akan terkumpul sejumlah artikel yang bisa disunting menjadi buku.

Bagaimana? Tertarik mencobanya? Salam kreatif, semoga bermanfaat!*

This entry was posted in Writing Motivation. Bookmark the permalink.

One Response to Kredit Tulisan

  1. alisyhad says:

    waahh..siipp..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s